A Prayer


Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku

Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah



Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya Tuhanku...



Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,

sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu


Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna Tuhanku...

Aku juga meminta,

Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga

Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya


Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....

Sebab cinta memang harus diupayakan.


Pertanyaan yang sering timbul setelah memberikan beberapa kalimat " sentilan " bagi teman teman ku yang akan segera menikah adalah :
  1. Menikah dengan orang yang kau
    cintai??

  2. mencintai orang yang kau nikahi??

Mana yang kau pilih?”

Saat itu spontan saya memilih yang
kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).

“Kenapa?”

Hhm… iya ya, kenapa?

Sebab jodoh adalah hal yang pasti,
meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya.
Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat
belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan
menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma
menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika
Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa
jadi menghanguskan diri sendiri.

Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya
lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat
suci menikah karena Allah.

Itu jawaban saya saat itu. Tetapi,
beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih
dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun
meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.

Dan dia menjawabnya sama dengan jawaban
saya.

Tetapi, saya ragu atas jawaban itu,
benarkah begitu?

Pilihan pertama, menikah dengan orang
yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih
sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat
menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu
mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab
cinta itu sudah dilegalkan.

Pilihan kedua, mencintai orang yang
saya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya
menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang
telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka,
kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta,
menumbuhkan dan merawatnya.

Bukankah jika saat ini saya mencintai
seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh
begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat
saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan
kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?

Tetapi, sekali lagi, betapa
menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah
dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah
dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.

Tetapi, kalaupun akhirnya Allah
memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang
tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang
harus diupayakan.

Bagaimana dengan anda? Apakah akan
menikah dengan orang yang anda cintai, atau akan mencintai orang yang
anda nikahi?


*Aku ingin
mewujudkan pilihan pertama, tetapi andai Allah tak berkenan, semoga
Ia memberi energi untuk mengupayakan pilihan kedua....


" Catatan Pintar dari Plato "


Ini kemaren iseng2 jalan2 ke blog temen2. Nemu ini..

Bagus juga apa yg dibilang plato disini. Baca deh

Cinta dan Perkawinan Menurut Plato

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang pun pada akhirnya.”

Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab, “Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan.”

catatan kecil:

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.

Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…tiada sesuatu pun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu. Karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

Sampai Masanya Tiba


Kepada kamu dengan penuh cinta:

Tolong, jangan cintai aku karena kecantikanku
Karena akan datang masanya nanti kulitku berubah keriput
Binar mataku memudar
Rambut hitam lebatku akan memutih dan menipis
Kecantikanku ini tak abadi
Lalu pada masanya nanti, cintamu akan pergi?

Tolong, jangan cintai aku karena kepandaianku
Karena akan datang masanya nanti ingatanku memudar
Aku akan mengulang-ulang pertanyaan yang sama
Aku akan kesulitan menemukan di mana kaca mataku
Pertanyaan mudah akan menjadi sulit untuk kujawab
Kepandaianku ini tak abadi
Lalu pada masanya nanti, cintamu akan pergi?

Tolong, jangan cintai aku karena perhatianku
Karena akan datang masanya nanti aku tak lagi bisa memberimu perhatian yang sama
Aku akan menua
Berjalan pun sudah sulit
Mungkin hidupku akan bergantung pada obat-obatan
Aku akan terlalu sibuk mengurus diriku sendiri
Hingga aku tak lagi punya waktu untuk sekedar memberimu perhatian lebih
Perhatianku ini tak abadi
Lalu pada masanya nanti, cintamu akan pergi?

**
Aku juga tahu tak ada yang abadi
Tapi paling tidak, bisakah kau mencintaiku karena hatimu
Hatimu yang berjodoh dengan hatiku
Hati yang tak mengenal kecantikan, kepandaian, atau perhatian
Hati yang memilih tanpa alasan

Maka biarkanlah hati ini menjadi alasan kita bersatu
Kau mencintaiku karena ada namaku di hatimu
Aku mencintaimu karena ada namamu di hatiku
Semudah itu

Maka jika hati ini sudah terpaut
Tak perlu lagi kutakutkan masa yang datang membawa pergi kecantikan, kepandaian, dan perhatianku

Karena aku tahu, kamu akan tetap di sana
Tak berubah
Walau masanya tiba

Sumber : Cerita Dibah ..

Menyegerakan Menikah


Celotehan Seorang Teman yang sudah memantapkan Niat Tahun ini untuk menikah , lagi lagi membuatku berpikir dan merenung , mengkaji ilmu yang aku punya , dan menimbang hal hal yang belum aku tau , agar lebih paham aku meniti jejak ini nantinya

" Kakak ingin menikah dengan persiapan yang matang kay , kan ini cuma sekali seumur hidup , kakak ingin dia punya modal yang cukup dulu , tidak hanya 15 juta "

aku terhenyak , betul betul terhenyak , seandainya saja ada yang perlu disegerakan didunia ini , perkara itu pastilah menikah , bukankah begitu islam mengajarkannya , Menyegerakan bagi seorang laki laki yang telah mencapai Ba'ah adalah dengan segera meminang wanita baik baik , yang ia mantap dengannya . ia Mendatangi orang tua wanita tersebut dengan menjaga adab sambil membersihkan niat ,

Masih saja aku kurang srek dengan Celotehan itu , masih membeku , aku hanya diam , apa lagikah yang ditunggu , semuanya sudah diarahkan kejalan yang benar oleh Allah , Calon yang mapan , Figur yang baik , walau dengan agama yang Pas Pasan , Toh kakak ku itu juga Tidak terlalu " FASIH " dengan agama ..

" Barang siapa yang dimudahkan baginya untuk menikah lalu ia tidak menikah , maka tidaklah Ia termasuk golonganku " ( HR. Ath-thabrani dan Al- baihaqi )

Nabi kita juga mengingatkan , " Bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkukung hidupnya karena menikah , kemudian ia tidak menikah "

sedang menyegerakan nikah bagi keluarga wanita adalah dengan mempercepat pelaksanaan jika tidak ada kesulitan yang menghalangi. juga menyederhanakan Proses agar tidak membebani kedua mempelai . mudah mudahan mereka akan mendapatkan rumah tangga yang barokah dan diridhoi Allah. Keluarga yang didalamnya terdapat anak anak yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat Laa Ilaaha IllaLlah

Menyegerakan nikah InsyaAllah lebih dekat kepada pertolongan Alalh dan Syafaat rasulullah SAW . Allah akan menyempurnakan setengah dari agama kita kalau kita menyegerakan menikah . InsyaAllah kita akan mendapati pernikahan yang barokah. sebuah pernikahan yang barokah akan menjadikan orang orang yang ada didalamnya tentran dan saling memberi Mamfaat. Mereka akan memperoleh kebahgiaan dan terhindar dari hidup sia sia , seorang pemalas akan menjadi rajin , seorang peragu akan memperoleh yakin.dan seorang yang bimbang akan memperoleh keteguhan .. InsyaAllah

ehem Ehem,, Kok agak berat yah Topik postinganku kali ini ,, Cem aku dah Nikah aja (^_^) ..Hohoho..,,,Tapi kita emang Harus Menyiapkan Ilmu , menyiapkan Hati dan Mental dan tak terlepas dari Ibadah yang semakin giat untuk masa depan...

"Karena Pacaran kebanyakan mudharatnya ketimbang manfaatnya (Kalau ada yang banyak pahalanya kayak nikah kenapa milih yang banyak dosanya) intinya itu sich "
(^_^)


BIRU dan Bahagia ....


Berbahagia??
katakan seperti apa bentuk bahagiamu teman !!
maka kan ku beritahu kau tentang bahagiaku ..
aku selalu melukiskan bahagiaku dengan segores warna biru
hanya biru , biru , biru dan biru
aku melihat semua sisi kebahagiaan yang kumau dari warna biru
aku mencintai langit , dan itu biru ,,
aku mencintai hamparan laut , lautan , samudera , dan itu biru ..
bahkan aku pernah menghayal , bahwa ,, dunia ini seharusnya bertabur warna biru saja ..
dan itu akan sempurna menurut pandanganku ..

aku menikmati hal hal yang terkait dengan biru ...
apapun ,, jika biru , aku bahagia ..
luas , terhampar , dan indah ,, begitulah aku melihat warna biru ..
aku mengelak semua pernyataan orang yang mengatakan biru mengandung makna kesedihan
aku menyukai kata " Haru Biru" bagiku dalam kondisi " Haru" itu pun jika ada Tersemat kalimat biru
maka ada kebahagiaan disana ,,

lalu bagaimana jika bukan biru ??
apa tidak bahagia ??
apa kurang sempurna ??
aku tak menampik , dulu aku tak suka selain biru ..
belakangan ini , dan baru baru saja ..aku mulai menyadari
BIruku hanya akan sempurna jika disemat dengan warna lain ,,
jika disemat warna putih , ungu , kuning , bahkan hitam ..

bahagia dan kebahagiaan juga demikian ..
jika tidak pernah mendapat hal hal yang kurang bahagia !!
apa kita yakin bahwa kita telah bahagia ??
maka aku mau merasakan warna warna selain biru sekarang ,,
karna aku mau merasakan biruku secara lebih sempurna lagi ..
aku ingin berbahagia dengan caraku ..

lalu katakan Keapadaku ?? bagaimana Bentuk bahagiamu ??

Mengapa Harus Tambahkan Cinta ?




















Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia
melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan.

Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku
tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari
masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.

Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?
Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu,
kami tak ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua
kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia
berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan
mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke
dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata laki-laki
itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa
heran.

Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil
menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang
ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut
lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.

Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.
Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di
luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau
begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam.

Aku ingin rumah inipenuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen
gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun
ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih
baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa
diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi
tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.
Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si
Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi
kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab
bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan,
maka yang lainnya akan tinggal di luar.

Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa
melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada
jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingan


Tambahkan Cinta , Kurangi Benci